4 Tips Bisa Menghasilkan Cuan Di Bulan Ramadhan

Pada tips edisi Ramadhan kali ini TIKA bakal bahas mengenai “4 Tips Bisa Menghasilkan Cuan Di Bulan Ramadhan” dan perlu sobatik ketahui bahwa setiap tips yang di publish merupakan hasil pengalaman sendiri, dan juga dari riset. Nah tentunya pembahasan saat ini pernah dan sedang TIKA jalani.

Sebagai orang Padang asli, yang darahnya pasti merah kebanyakan makan sambalado, dan dapat dipastikan wangi rendang, dan tulangnya kuat karena sering makan ketupat gulai tunjang. Orang Padang identik dengan istilah “Pandai Berdagang” coba saja cari dibelahan bumi mana saja orang Padang tersebar pasti berjualan. Meskipun sebagai pegawai kantoran namun masih sempat juga mencuri waktu untuk jualan. Walaupun ada juga orang Padang yang “malu” atau sebut saja gengsi yang katanya jualan itu menjatuhkan harga diri. Itu urusan mereka karena setiap orang berhak memutuskan apa yang ia yakini.

 

 

Yuk fokus pada judul di atas “CUAN” Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, arti cuan adalah untung. Secara etimologi, kata cuan berasal dari bahasa Hokkien, yang berarti keuntungan. Kata cuan juga disebut zhuan atau choan. 

Dalam hal ini kata cuan TIKA gunakan untuk kata uang/duit.  Tak dipungkuri dalam hidup siapa sih yang tidak mau cuan?! 10 dari 10 orang yang ketika ditanya jawabannya pasti mau. Dan ketika dilanjutkan lagi, siapa sih yang mau menghasilkan cuan?? bisa jadi yang menjawab hanya 8 orang, atau 6 orang bahkan bisa jadi 4 orang. Lah kenapa? Karena untuk bisa menghasilkan sebuah cuan itu dibutuhkan komitmen dan konsisten. Mungkin banyak orang yang mau, namun tidak komit dan konsisten dalam melakukan bagaimana bisa cuan kan? kalau mau duit ya harus do it!

 

 

Waktu terus berlalu dan berputar. Jangan biarkan kita menjadi orang yang merugi. Dimana hari demi hari sama dan tidak ada yang bisa kita hasilkan. Terlebih saat kita tahu pengeluaran sudah pasti ada, bahkan meningkat entah karena life style meningkat atau inflasi. So jangan hanya jadi orang yang berpangku tangan. Mencari sebuah pembenaran untuk menutupi rasa malas/gengsi. Manfaatkan waktu dan kesempatan. Mumpung di bulan Ramadhan banyak cara utuk menghasilkan cuan. salah satunya adalah dengan cara berjualan.

 

 

4 Tips Bisa Menghasilkan Cuan Di Bulan Ramadhan

 

1. T : Temukan ide usaha (sesuaikan 2 hal)

Meskipun sudah masuk bulan Ramadhan dan kamu belum memulainya tidak jadi masalah. “Better late than never” kamu bisa menemukan ide usaha yang kamu pilih dengan cara :

a. Sesuaikan moment:

Karena sekarang bulan Ramadhan identik dengan – pakaian baru, kamu bisa jualan pakaian. – Persiapan buka puasa/sahur:  kamu bisa jualan makanan (lauk pauk, gorengan, minuman dingin, buah-buahan) dan – persiapan menyambut lebaran : aneka kue dan cemilan saat lebaran, penyewaan transportasi, jualan kembang, perabot rumah tangga, produk skincare. dll.

b. Sesuaikan budget yang ada :

Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah budget/anggaran yang akan digunakan sebagai modal usaha. Ketika budgetmu besar maka tidak ada salahnya kamu menyetok barang-barang yang sudah kamu pilih sebagai jualanmu. Karena semakin banyak jumlah yang kita beli tentu harganya murah, jadi untung yang didapat semakin banyak dibandingkan hanya sebagai dropshipper atau reseller. Namun ketika modalmu terbatas tak ada salahnya hanya sebatas reseller.

 

 

2. I : Incar pasar (Lakukan cara “paling…”) 

Setelah menemukan ide jualan apa yang mau dijual. Maka langkah selanjutnya adalah Incar pasar. Adapun cara melihat sasaran market kita adalah dengan cara “paling…”

a. Siapa yang paling sering berinteraksi dengan kita

b. Apa yang paling laku saat ini

c. Dimana tempat yang paling bisa kita masuki

Dan ketika kita sudah melakukan langkah incar pasar, maka pahami ilmu “ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) Memang tidak mudah memutuskan apa yang akan kita jual. Terlebih jika di moment Ramadhan sudah pasti dari makanan/pakaian/jasa A-Z sudah ada yang menjualnya. Dan kalau kata orang yang bukan memiliki jiwa jualanwan ia pasti berkata : “kan sudah ada yang jualan! / mana mungkin laku orang ga bakal suka” Nah lo belum apa-apa udah menjudge tidak laku dan takut dengan pesaing lain. Disinilah kita butuh memahami ilmu ATM ” Amati, Tiru, Modifikasi” Tak masalah jualannya sama namun kita beda cara kemasan, rasa dan seni jualan kita. So bersaing secara sehat saja. Karena rejeki tidak akan pernah tertukar.

 

 

3. K : Komunikasikan pada para calon konsumen (promosi)

Menjadi seorang penjual kita harus seperti TOA Masjid atau mushala. Kenapa saya analogikan seperti itu. Ibarat sebuah Toa senantiasa diterima keberadaannya. Namun ada juga yang risih, merasa terganggu dan bahkan kesalnya minta ampun. Namun toa tetap ada dan mengeluarkan sumber suara bukan? Nah itulah penjual. Meskipun keberadaannya saat promosi ada yang menerima, tidak suka dan bahkan kesal kita sebagai penjual tetap lanjut promosi. Namun tetap harus beretika. Dan jangan dilakukan ketika memang ada larangan keras untuk promosi.

Dan satu hal yang perlu kamu ingat adalah “Diam itu emas” namun ketika kamu gunakan kata tersebut dalam prinsip jualan maka kamu tidak akan pernah mendapatkan emas. Karena sudah keburu dipromosikan oleh penjual lain. So sebagai penjual buang rasa malu, dan lebih gercep. Meskipun rejeki itu tidak akan pernah salah alamat. Namun ketika kamu tidak berusaha mencari alamat maka kamu tidak akan pernah sampai ke tujuan.

 

 

4. A : Action (mau duitnya do it!)

Ilmu dan teori tentang cara menghasilkan cuan sudah banyak dipahami dan melekat di kepala. Begitupun dengan seminar motivasi dari berbagai coach terkenal sudah sering diikuti, atau berasal dari keluarga yang rerata punya usaha. Namun nonsense ketika kamu tidak action. Malu memulainya, atau banyak alasan untuk mengurungkan niat segera melakukannya.

Untuk memulai segala sesuatu itu memang butuh pertimbangan, namun ketika terlalu banyak pertimbangan maka tidak akan ada satupun yang jadi. mau jualan? mulai aja dulu! Toh sekarang ada medsos, jadi mudah saja kita lakukan. ga ada modal? ya dropship atau jadi reseller aja dulu. Ga bisa kemana-mana?  manfaatkan kendaraan online, pengiriman, dll. Malu dan malas? ya selesai perkara ketika kamu membesarkan dua hal ini. so mau duit ya do it!

 

So mumpung masih baru beberapa hari Ramadhan. Dan ditambah lagi banyaknya kebutuhan hidup maka tidak ada salahnya memulai untuk jualan “Better late than never”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *